Short, Super Short!


I cut my hair just a week after I started working at hospital. Super short! Muahaha, finally after all this time! Is that good? Looks cuter? No? Hahaha..

I love my long wavy hair, but...but...trust me, it's not easy to do your job when you have to move fast everytime the employee from other unit needs you and your 'bunhead' become loose because of your movements so you have to go to the toilet few times a day to tighten up your 'bunhead'. No no no, that's enough. I had six days to go through all that. Besides, I ride my motorcycle everyday. I can't roll up my hair before work because I have to wear my helmet. So,yeah, better cut it out.

Now that I got this 'shaggy-bob' cut, my head feel so much lighter, and I don't have to bun my hair anymore. No more wasted time. Yeay. I cut my hair before Chinese New Year celebration. So it was a bit shocking when people saw me. They were like "Hah?" and "What?" but most of them said that short hair really suit me :D I look fresher :D:D

And you know what, few days later, one of Medical Committee people cut her hair, same as mine. Then few days later,  one of Medical Record people also cut her hair, shorter than mine. And few days later, my workmate cut his hair too! Hahaha, was it because of me?


Everlasting love for you,
- DeE -

Dear Java, let's be friend!

Setelah sekian lamanya sampai akhirnya saya kerja di RS ini, saya bertemu lagi dengan si Java. Lama nggak bertemu, ternyata si Java sudah berkembang dengan pesat, dan pekerjaan saya yang sekarang ini menuntut saya harus lebih jago programming.

Jadi karena sudah lamaaa sekali nggak pegang Java, saya blank. Mau nggak mau buka buku lagi, buka diktat kuliah lagi, test program lagi, dan sekarang saya mentok. Si Java nggak mau di-compile. Saya bingung, daritadi berkutat dengan Java tapi masih nggak mau keluar juga hasil compile-nya.

Set classpath udah, waktu di-compile memang jalan, nggak error, tapi hasil compilenya itu nggak nongol, lagsung balik ke settingan direktorinya. Aneh. Apa mesti di NetBeansnya ya compile-nya? Belum dicoba, sih..

Haduhh Java, bersahabatlahhh..

Ada yang bisa bantu?

Everlasting love for you,
- DeE -

Dia, yang takkan pernah tergantikan..

Okay, I'm feeling sooo blue right now.. Nggak tahu deh kenapa. Maybe after seeing all those photos in facebook. *sigh* Saya jadi ngerasa sedih, ngerasa nggak diterima, ngerasa orang asing yang datang buat menggantikan sesuatu yang begitu dicintai oleh mereka.

Ya Bapa, ampunilah hambaMu ini yang merasakan iri oleh karena menginginkan sedikit cinta dan perhatian dari mereka buatnya yang telah bersamaMu di Surga. Padahal baru lima hari ini gabung, nih. Perasaan yang nggak semestinya saya alami. *sigh*

Seandainya beliau masih ada disini, mungkin nggak akan seperti ini situasinya, mungkin saya malah akan dianggap 'adik cewek' baru buat mainan mereka. Tapi situasinya beda, mungkin saya nggak akan bisa diterima sama sepertinya.

Dan beban dipundak ini belum lepas ternyata. Kalo saya nggak bisa memberi pembuktian ke semua orang disini tentang bagaimana kinerja saya, makin terpuruklah saya. Dan nama orang tua pun pasti akan dibawa-bawa. Maklum, banyak yang kenal dengan papa saya disini, jadi otomatis anaknya jadi sorotan juga. Kalo saya nggak bisa apa-apa, bukan cuma saya yang malu, tapi orang tua juga, kan? *sigh*

Gosh, why is it so hard to be an officewoman? And I am the only girl here. Mungkin karena saya juga cewek, jadi mas-mas yang disini juga 'sedikit' menganggap rendah saya. Maksudnya, mungkin saya nggak ngerti apa-apa gitu soal hardware, nggak 'elok' megang-megang barang berat begitu, jadinya saya cuma nunggu kerjaan lain aja sambil beres-beres ruangan, ngerapih-rapihin barang-barang, terus ngikutin Mr. Long Eyelashes turun ke ruangan-ruangan buat belajar, terus ngadepin laptop buat belajar lagi..

Masih terasa canggung kalo lagi kerja, tapi kalo lagi istirahat ya lumayanlah, udah bisa ngobrol dan ketawa-ketawa, tapi itu pun pas lagi rame ngumpul. Yah, semoga aja perasaan saya ini nggak beralasan ya.. *sigh*

Everlasting love for you,
- DeE -

First Day At Work


Hiya, Fellas! *throwing confetti* Looong time no see~ 

Okay, here I am at my desk, still trying to understand what to do on my fifth day of work. Yeah, I've been officially working at Myria Hospital as EDP Staff since Monday. Sounds pretty cool, huh?

Yeahhh buat kamu-kamu yang nggak mudeng ato nggak ngerti EDP itu apa, sini tak jelasin.. Ehh bukan Eau de Parfum lho yaa. EDP itu Electronic Data Processing, bagian dari IT juga. Jadi saya ini masuk sebagai salah satu jajaran staff ITnya gitu.. 

Kerjaannya ngapain aja? Nahh itu dia yang mesti saya tanyain terus-terusan, maklum new girl disini, hehehe.. Yang pasti saya ini nanti kerjanya merangkap jadi teknisi-programmer gitu deh. Staffnya cuma dua orang. Saya dan Mr. Long Eyelashes. Seharusnya staffnya ad tiga, tapi yang satu lagi udah meninggal tak terduga. Mas Ansel namanya (may he rest in peace). Beliau yang harusnya pegang program dan yang bakal ngajarin saya segala sesuatunya. Tapi yaa apa boleh buat, Tuhan sudah berkehendak lain.

Jadi dalam lima hari ini paling nggak saya sudah belajar masuk-masukin data ke sistem, remote desktop, delete components, ngetik-ngetik, trus ngehafal nama-nama pegawai, nama suster-suster, ruangan-ruangan.. yah lumayan lah, sambil jalan nanti juga lama-lama hafal sendiri, ya, nggak? Mr. LE sih bilang, paling nggak saya juga mesti ngerti hardware, jadi nanti kalo Mr.LE nggak ada di tempat, saya juga bisa gantiin kalo dipanggil ke ruangan-ruangan.

Oh ya, kesan pertama saat masuk ke ruang EDP ini, hmm.. messy! Hahaha, mungkin udah bawaan kali ya, semua ruangan yang berhubungan dengan komputer pasti berantakan. Yaa.. nggak terlalu berantakan juga sih, cuma ini CPU, monitor, motherboard, dll, dsb, dst letaknya lumayan berserakan di segala penjuru ruangan. Jadi begitu mulai kerja, saya bingung mau beresinnya gimana, persis kamar anak kos cowok. Hihihi...

Satu lagi yang bikin saya tertarik banget masuk ke EDP itu adalah : SERAGAM. Hahaha..tau kenapa? Ternyata kalo di RS yang saya ketahu itu, seragam IT Staff nya cool banget! Black. Polos, cuma ada emblem logo RS di lengan kanan, dan ada bordiran STAFF IT di dada kanan. Yaa, mirip sama seragam kru-kru TV gitu dehhh... Yang pake seragam itu disini cuma Mr. LE. Berhubung kemarin Mas Ansel masih karyawan kontrak kayak saya, jadi beliau masih pake baju putih-hitam. Kan keren tuh, kalo lagi dipanggil turun ke ruangan-ruangan kan lewat koridor-koridor, banyak yang nengok pastinya, berasa jadi orang penting gitu kan? Hihihi.. 

Yah..saya anak baru, masih lama kalo ditungguin, jalanin aja, sambil belajar pelan-pelan. Dan karena sekarang saya udah oficially kerja kantoran, bangun udah nggak bisa seenak jidat lagi, mesti bangun pagi, bantuin mama masak pagi-pagi, siram taneman, mandi, sarapan, berangkat kerja, deh..

Dan saya merasa bersyukur banget diberi kesempatan untuk kerja disini, rasanya hidup itu jadi bisa lebih teratur. Yaah walau pada kenyataannya saya nggak suka rutinitas, tapi setelah dijalankan memang terasa lebih asyik. Jadi, bekerja itu yang penting enjoy  ajaaa~

Everlasting love for you,
- DeE -

Bakat Ngeramal?

Ceritanya sebelum mama berangkat arisan semalam, aku sempet bilang becandaan ke mama, "Ma, balik bawa duit ya" dan mama pun ngejawab, "Iya, kamu doain lah ya. Kalo dapet Mama bayarin bajunya, kalo nggak kamu bayar sendiri, ya." Terus tiba-tiba hujan deres, aku telepon si papa buat nanyain udah jalan pulang atau belum. Kalo belum sekalian jemputin mama yang lagi arisan, takut mama kehujanan.

Entah kenapa aku concern banget mama pulangnya gimana, ada payung nggak, ada temen pulang nggak, aaand you know what? Tiba-tiba sampe rumah mama bilang, "Ya, doamu dikabulkan Tuhan. Mama dapet arisan nih!"

So I was like, "Hah? Seriously, Mom?" "Ciyus?" Aku ngakak kebingungan. Kok bisa ya? Jangan-jangan ada bakat terpendam, nih! Hahaha.. Daaan aku pun dapet bonus dari mama, hihihi.. Lumayaaaan...

Makasih, Ma!

Everlasting love for you,
- DeE -

Re-launch!



Yellow!
Hurray, finally I'm done remodelling this blog for a loooong time! Now that it is done and I looove my new template, maybe I will be more often to write :p. 
So, I'm proudly present :

deecornelia.blogspot.com


Everlasting love for you,
- DeE -

Can't hold it anymore

I'm just an ordinary girl. 
I want them to understand me.
I'm not the happy girl as I was.
This stress really makes me tortured.
I want to tell them what's inside my head.
But I can't, I can't make them disappointed.
Honestly, I won't continue this final project.
If I may choose, I choose to have my job now.
Blame me for the mistakes I've done.
I realized that.
Forgive me, mom, dad, and my partner.
I didn't mean to do that.
I just can't hold it anymore.
It was my fault from the beginning.


How to tell you all?
God, please help me..


Everlasting love for u,
- DeE -

Kunci Mobil

Sepotong percakapan yang terjadi kemarin siang sebelum papa berangkat kerja.
Papa : *sambil nyari-nyari* Kunci mobil Papa mana, Ya?
Gw : Lha, emang tadi Papa taroh dimana?
Papa : Ndak tahu.. *manggil pembantu* Veraaa, kunci mobil dimanaaa?
Vera : Lha ndak tahu, Pak. Emang tadi Bapak taroh dimana?
Papa : Lha, mbuh.. 
Sambil sibuk ngais-ngais, eh, nyari-nyari kenasa-kesini, akhirnya papa nyerah.
Papa : Halah, wes lah, pake kunci serep wae. *ngambil kunci cadangan dari lemari*
Selang beberapa detik dari keberangkatan papa, gw iseng liat keatas kulkas.
Gw : Tuh kaaan. Ada diatas kulkas nih! Haduh, masih kekejer nggak nih papa?
Secara gw males mo ngeluarin motor, ya udah gw biarin aja tuh kunci. :p


Kesimpulannya : sifat pelupa akut yang ada di gw positif menurun dari papa. LOL

Everlasting love for u,

- DeE -

Get Well Soon, Papa!

God, I'm scared.
At evening three days ago, my father suddenly lost his balance. He almost fell down to the floor with no sign. He said that there was something buzzing in his head and then he shouted. Me and my mother were shocked when hearing my father's shout.

I didn't know why it happened. So, when my brother came home that night, I told him about father and asked him if he could drive mother to work next morning. Because I'm afraid it will happened to him again when he drives his own car. Who knows when it will happen again, right?

Mother told father that he MUST  go to the doctor. Even the medical people couldn't help themselves when it came to disease. Then the next morning my father went to the ENT doctor to check the disease. Mother said that she didn't know what's wrong with father, but maybe it related to his nerves.

Remembering that occurrence makes me feel afraid from time to time. It could happen again when he's driving his car with the probability of an accident. I became paranoid.

Dear God, please don't take my dad away from me. I am not ready for that. I haven't give him anything yet
Dear Father, I wish you always be healthy. Please take care of your body, always keep your health, so that your maudlin daughter won't cry over you every night again when she is thinking of you.

Everlasting love for u,
- DeE -

The Puppy vs The Kitten


Hihihihi, gue geli aje tiap nginget waktu puppy gue si Brownie gue keluarin malem-malem buat buang kotoran. Di depan konter sepupu gue ternyata ada anak kucing yang masih keciiiiil banget *masih gedean tangan gue ini* ngeong-ngeong terus gitu. Gue penasaran dong, jadi gue deketin deh tuh kucing. Gue elus-elus kepalanya, dia balik nempel-nempelin kepalanya di kaki gue. Sedetik kemudian gue dikagetin gonggongan anjing yang ternyata tuh piaraan gue si Brownie. 

Brownie Jr. *tampang inosen*
Jadi deh tuh dua anak saling ngeong and gonggong. Tapi lucunya, tuh anak kucing stay cool aje sementara anjing gue sibuk lari muter-muter sambil gonggongin si kucing. Berisik banget pokoknya si Brownie. Yang bikin geli, Brownie itu penakut tapi sok-sokan berani. Sekali digertak dikit, Brownie langsung kocar-kacir gitu. Jadi ujung-ujungnya ya gue gendong bawa balik deh ni anjing, daripada abis sama tuh anak kucing. Bukan kucingnya yang modar, tapi Bon2 yang semaput nih pasti. Orang nge-sok gitu. Gubrak bener dah ah.

Ni anjing suka banget sok-sokan berani ngedeketin anjing-anjing gede yang ada di kompleks rumah gue. Hasilnya? Si Brownie sukses dikejer plus nyaris digigit sama anjing tetangga gue itu. Ya ampun...nakal banget pokoknya nih tuyul satu. Biar kecil tapi tenaganya luar binasa, capek bener gue ngejerin sana-sini buat nangkepinnya. Bonnie...Bonnie.. 

Everlasting love for u,
- DeE -

A Piece of Childhood Story

 
Well, it's raining outside when I wrote this post. I was sitting on the terrace's chair and my neighbor passing by the front of my house. She was walking in a rush with her children then suddenly I remember my childhood.

I remember when me and my childhood friends were playing 'engklek' *I don't know what is it in English :p tell me if you know, kay?* At that time, not only the girls around my age but also the boys were gathered together playing that traditional child's play. It was fun, my childhood back then. Everyday we used to play together, laugh together.

But time goes by so quickly. We're all grown up. None of us gathered together like before. All of us have our own activities. Some with their schools, others with their works. Only the boys (so did my lil' brother) are still in contact. Every midnight they usually have a chitchat at my cousin's stall.

So, uh, when I was remembering all of those memories, I felt proud of my childhood. Why? Because nowadays, only a few of neighbor's children would gather around and playing those traditional plays. Every afternoon filled with the noise of the children in my neighborhood back then. But now? It's quiet. Every child are busy playing with their Playstation or Nintendo or Xbox or whatever the name of those things.

See the picture above? Yeah, that's me playing 'engklek' when I was attended my niece's wedding in Linggau, on January 2nd this year. Me and my-sister-to-be-in-law were laughing out loud while playing it. Even my mom and my little niece wanted to join us although we didn't  remember anymore the rules of this game, hahaha.

Blahhh, I miss that time, I miss my childhood. But it's difficult to catch up together again with them. Sometimes I wish I could go back to that time. Enjoying the childhood and never think about adulthood, haha. Why we have to grow up? Why don't we just be a kid forever? Why we have to be adults while adults sometime act like children? *peter pan syndrom =P*  No no no, that's selfish, spoiled girl!

OK, we HAVE to grow up. ALL of US, not only me myself. Let's grow to be the best adults ever.

Everlasting love for u,
- DeE -

Happy New Year^^

credit pic : as tagged
We will open the book. Its pages are blank. We are going to put words on them ourselves. The book is called "Opportunity" and its first chapter is New Year's Day.
- Edith Lovejoy Pierce

Happy New Year!!
Yeah, the first post in 2011! *throw confetti*

As the new year blossoms, may the journey of our lives be fragrant with new opportunities, our days be bright with new hopes and our hearts be happy with love! Happy New Year!

Everlasting Love,
- DeE -

Agenda 2011


I bought this agenda when I was hanging out with my foster-brother yesterday afternoon. Why?


Okay, I need to change my life. It is one of my resolutions for the new year. I am really bad at managing my time. I could just say 'OK' for every request from my close friends and I can't help it. For the results, of course, I ruined my own life. My schedules collide.

So yeah, it's important to have an agenda.

Well, I have started to write my personal data in it. I will add some schedules for the next year later. Now I have to pack my stuffs for the trip by 5 am this morning and also finish my work before I send it to the PMKRI' chairwoman.

See ya next year!

Everlasting Love,
- DeE -

A Wonderful Christmas Time

"mood is right, spirits up
we're here tonight, and thet's enough
simply having a wonderful Christmas time"
Wonderful Christms Time - Hilary Duff

Well, I just wanna share a little about Christmas this year.
As usual, it's wonderful.
Yeah, meskipun tak terlalu meriah, that's wonderful.
That warm feelings, the atmosphere, everything.

This year is *mungkin* the last time I can spend together with my besties.
Me-Fen-Len-Ren-Lis

But I also have two more babies! :p
Ardan
Vanessa

Hihihi, tiap tahun pasti bertambah lagi keponakan-keponakanku.

Okay, I'll end up here, there are two big shows that must be watched.
AFF 2010 Indonesia VS Malaysia AND SBS Gayo Daejun 2010

See ya!

Everlasting Love,
- DeE -

Comeback Stage (LOL)

Hi, me comeback again!! ^-^v
Miss me? *plakk*

OMG, I didn't post anything in this whole year, ckckckck..
Mianhae...

Yeah actually I wrote some, but never been published.
All I've done is just trying to makeover my blog, hehe.
And this time I finished re-makeover my blog to the Winter Holiday theme, complete with the snowflakes which fall over the page!

Okay, this is my comeback post.
Hope that it's not the last post from me (again) :p

- DeE -

10 Means It's Heavenly To Be With You

Cast(s) : Park Aerin (Saharu Rei), Choi Yeonrin (U-know-DeE), Shim Heeyeon(VLim_is_junsu_saranG), Kim Jaejoong, Jung Yunho, Kim Junsu.

Author : U-know-DeE and VLim_is_junsu_saranG

10 tahun yang lalu...

Hari itu.. dia muncul dihadapannya. Dengan senyumannya yang manis ia melangkah memasuki kelas. Nafasnya tercekat dan jantungnya berdetak cepat. Sepertinya Tuhan mendengarkan doanya kemarin malam. Ia benar-benar memunculkan sosok idolanya dalam anak perempuan itu. Rambut hitam berponi-nya itu, matanya yang bulat. Entahlah.. sekarang segala sesuatu di sekitarnya bagai tak berwarna. Segalanya bagai berhenti bergerak. Hanya dia dan anak perempuan diruang kelas ini.
Dan sekarang hanya suara langkah kaki anak itu dan suara nafasnya yang terdengar ketika anak perempuan semakin mendekat kearahnya. Semakin dekat.. dan dekat.. dan kini anak perempuan itu duduk bersebelahan dengan mejanya. Mungkin sekarang wajahnya terlihat seperti orang bodoh. Tapi, matanya dan perhatiannya tak lepas dari anak perempuan itu.

“Jaejoong-ah.. ayo main bola!”

Suara Junsu membuyarkan suasana indah itu. Dia dan anak perempuan itu kembali dalam dunia nyata. Dunia dalam kelas mereka.

“Jaejoong-ah.. kau mau ikut main tidak? Ayo cepat!”

Junsu kembali memanggilnya. Dia melihat Junsu sekilas.”Ya, aku.. mau.” Jawabnya. Lalu pandangannya cepat-cepat kembali pada anak perempuan itu. Ada suatu perasaan aneh dalam dirinya. Anak perempuan ini membuatnya merasa.. bahagia. Ia meletakkan tasnya dimeja dan pandangannya menyapu seluruh ruangan kelas ini. Dan saat mata mereka bertemu, sebuah senyum terukir diwajahnya. Saat itulah dia menyadarinya..
Dia menyadari bahwa dia.. Menyukainya—anak perempuan itu

***


10 September

Aerin membuka sebuah amplop berisi secarik kertas kemudian membacanya.


QUOTE
The red rose whispers of passion,
And the white rose breathes of love;
O the red rose is a falcon,
And the white rose is a dove.

But I send you a pure-white lily
With a flush on its petal tips;
For the love that is purest and sweetest
Has a kiss of desire on the lips.


Setelah membaca isi surat itu, Aerin mengambil setangkai bunga lili yang diletakkan dimejanya. Ia mengamati lili itu sambil bertanya-tanya siapa gerangan yang mengiriminya bunga beserta puisi itu.

“Darimana ia tahu kalau aku suka bunga lili?” Tanya Aerin dalam hati.

***


1 Oktober

Pagi ini Aerin terlambat masuk ke kelasnya. Karena masih terbawa suasana liburan, ia bangun kesiangan. Dengan tergesa-gesa, ia mencari tempat ia dan dua sahabatnya biasa duduk, lalu menduduki kursinya.

“Yeonrin-ah, sudah mulai daritadi ya?” Tanya Aerin cemas.

“Hmm, tidak juga kok, baru saja.” Jawab Yeonrin.

Aerin segera mengeluarkan buku catatan dan diktatnya. Namun Ia kemudian memasukkan diktatnya ke lacinya.

“Apa ini?” Pikir Aerin. Ia menemukan sepucuk surat di laci mejanya. Tanpa ragu lagi Aerin langsung membuka amplop itu. Ia membaca isinya.


QUOTE
I’m missing you
I cry for you across the miles
I think of your face and all of your smiles.
I wake up and reach for you in the lonely night.
I wish you could hold me how you do so tight.
I dream of your face and your beautiful hair
and how you make me melt with your gorgeous stare.
I know it'll be OK, I'll see you soon
I can't wait to be in your arms again, beneath the moon
I know you love me more than any man could
I know you know I need you more than a girl ever should.
So when you cry for me the way I cry for you
Just remember it'll be OK because our love is so true.
Know I'm yours forever, until the end.
and that I pray for the love I know you can send.
Please wait for me, please stay true
Because you're all I need, and I'm waiting for you.
Love me, with all your heart
Hold on to me, don't ever let us part
I know when day when the law allows,
you'll be right beside me, we'll say our vows
So don't give up, we'll meet again
and we'll be happier than we've ever been.


Aerin lagi-lagi dibuat bingung oleh pengirim surat yang tak diketahuinya itu. Tapi entah mengapa, dadanya selalu berdegup kencang saat membaca isi surat yang ditulis oleh ‘pengagum rahasia’nya itu.

Sedetik kemudian Aerin meneliti kedalam lacinya. Ternyata memang benar dugaannya, ia menemukan setangkai lili putih yang diletakkan bersama dengan surat itu.

“Aish!” Gerutu Aerin. Kesal karena rasa penasarannya.

“Ya, Park Ae Rin-sshi! Ada apa? Kau tidak suka dengan mata kuliahku?” pandangan mata Lee-sonsaengnim langsung tertuju pada Aerin.

“A-ani, Sonsaengnim, saya kesal karena saya lupa membawa diktat saya.” Aerin terpaksa berbohong untuk menghindari amukan dosennya yang terkenal galak ini.

***


Jam makan siang telah tiba, Aerin, Yeonrin, Heeyeon, dan Jaejoong selalu berkumpul untuk makan siang bersama di kantin kampus mereka. Mereka berempat adalah teman dekat sejak SMA. Namun saat masuk kuliah, hanya Jaejoong yang berbeda jurusan.

“Aish, hampir saja aku ketahuan Lee-Sonsaengnim tadi.” Ujar Aerin sambil mengunyah kentang gorengnya.

“Memang kenapa?” Tanya Jaejoong.

“Hmm, lagi-lagi aku menemukan surat dan bunga di laci meja tempat aku biasa duduk. Setelah itu aku menggerutu dan Lee-Sonsaengnim mendengarku. Ia pikir aku tidak suka dengan mata kuliahnya. Walaupun memang iya sih, haha..” jelas Aerin. “Dan yang paling aneh, orang ini selalu mengirimiku surat setiap tanggal sepuluh setiap bulan sejak awal tahun ini. Namun kali ini, ia mengirimiku surat tepat pada tanggal satu. Juga baru bulan kemarin ia menyertakan bunga lili putih bersama dengan surat ini. Aku heran, darimana ia tahu kalau aku suka bunga lili?”

“Oh. Cuma itu?” Jaejoong hanya bereaksi demikian setelah mendengar cerita Aerin.

“Ne. Dan kau hanya bilang Cuma itu?” balas Aerin.

“Memangnya kau mengharapkan jawaban apa dariku?” Tanya Jaejoong lagi.

Aerin terdiam sebentar.

“Ah, kau memang menyebalkan! Kau memang orang paling dingin yang pernah kutemui!” omel Aerin, ia langsung melanjutkan makan siangnya. Jaejoong hanya diam menanggapi omelan Aerin.

Dalam hatinya Aerin berharap seandainya orang itu adalah Jaejoong. Entah mengapa ia mengharapkan sesuatu yang lebih dari seorang Jaejoong. Walau ia tahu, Jaejoong tak akan pernah memandangnya sebagai seorang ‘wanita’.

***


2 Oktober


QUOTE
For you my sweet angel I would die
I'd pick all the stars from the sky
And give them all just for you
To let you know how much I love you

My angel I'll love you thru all eternity
I would do anything for you sweetie
I wrote this poem from my heart
To let you know your my sweetheart

Please stay with me forever
Take my hand and lets be together
Lets fly up to the heavens above
And show everyone we are in love.


Aerin selesai membaca surat yang diletakkan kembali di laci mejanya. Ia meletakkan tangannya didadanya. Detak jantungnya kembali mengencang.

“Aish, ada apa denganku? Kenapa aku bisa berdebar-debar karena membaca surat saja sih?” gerutu Aerin dalam hati.

“Wae, Aerin-ah?” Tanya Heeyeon.

“A-ani. Aku hanya sedang membaca surat.” Jawab Aerin gugup. “Ah, Heeyeon-ah, mana Yeonrin?”

“Hmm, dia sedang pergi dengan Yunho pacarnya. Molla, mau mencari kado katanya. Untuk adik Yunho."

“Ah, arasseo.. kau sendiri tidak pergi dengan Junsu?” Tanya Aerin.

“Eh? Junsu?” Pipi Heeyeon bersemu merah.

“Ne..bukannya kau sedang dekat dengan kapten tim sepak bola kampus kita itu?” goda Aerin.

“Ah, kau ini. Dekat bukan berarti harus pergi dengannya kan?” jawab Heeyeon sambil tersipu malu.

***


3 Oktober


QUOTE
My love,
Are you still mine?
'Cause there are many...
Fantasy thoughts going through my head,
As all I do is think of you...
As I've hungered,
For your loving burning touch,
As I need your love so badly,
Now till the end of time,
I am waiting for you with open arms
To embrace you with wings of love,
To hold you deep within my soul,
To kiss you without control.
Just being near you,
And be able to behold your touch,
Takes me to another dimension,
But, time just moving so slowly,
To feel the heat of your passions.
I do want you to know...
I will always love you,
That you are all I have ever long for,
And crave, and yearn...
That you are the man of my dreams,
The one I have searched all my life,
That every day, more and more,
I'm falling deeply in love with you!


Aerin meletakkan kembali lili putih dan sepucuk surat yang telah dibacanya berkali-kali itu. “Hhh..” Ia mendesah. Putus asa karena tak kunjung menemukan si pengirim surat itu.

“Ya, Aerin-ah, kau kenapa?” Tanya Yeonrin yang sedang menyetrika baju di apartemen mereka.

“Aku bingung, Yeonrin-ah. Ini ketiga kalinya orang itu mengirimkan surat padaku di bulan ini. Sudah sejak awal tahun ia selalu mengirimiku surat, tetapi itu hanya terjadi pada tanggal sepuluh setiap bulannya. Tapi kenapa di bulan ini ia memberiku surat sejak awal bulan? Dan ia selalu menyertakan bunga lili di setiap suratnya. Darimana ia tahu aku suka lili?” Aerin menjelaskan kebingungannya pada Yeonrin.

“Mollayo.. Apa kau tahu siapa kira-kira orang itu?” Tanya Yeonrin.

“Ani. Tapi ada beberapa yang mungkin.”

“Nugu?” Yeonrin kembali bertanya.

“Masa iya itu Shiwon? Aku tahu kalau sebulan terakhir kami memang dekat di kelas. Tapi aku tidak yakin itu dia.” Jawab Aerin sambil mengerutkan dahinya.

“Tidak mungkin.” Kata Yeonrin.

“Wae? Mengapa tidak mungkin?” Tanya Aerin bingung.

“Entah, tapi feelingku mengatakan itu tidak munhgkin.” Jawab Yeonrin sambil melipat bajunya.

“Kau ini, selalu saja pakai perasaan. Sudahlah, aku mau tidur. ”

***


4 Oktober

QUOTE
Everyday I get more afraid
Of giving my heart away
Scared of what love will bring
Too nervous to hear the words you’ll say
I find myself lost in you
Not sure if I want to be
I see the looks that you give
And wonder what you see in me
I don’t want my heart broken
But I am so in love
I can’t seem to give up
A guy sent from above
So I’m gonna trust you
Please don’t let me down
For I am giving you a chance
To turn my life around
Don’t take it for granted
‘Cause it might not last long
I have weak thoughts
And my heart isn’t too strong
I’m putting my life in your hands
Now it’s all up to you
I look forward to the places we go
And the things we’ll be put through
But remember that I’m vulnerable
And I can’t stand to be hurt
I want to be at the top of your list
But I don’t have to be first
Believe me when I tell you
That I love you with all my heart
That I’m here for you forever and always
Just like I was at the start...


Surat dan bunga keempat yang diterima Aerin bulan ini. Ditengah kebingungannya, Shiwon datang mendekatinya. Aerin tahu Shiwon memang ‘sedang’ mendekatinya.

“Annyeong, Shiwon-sshi.” Aerin memberikan senyum manisnya pada Shiwon.

“Annyeong, Aerin-sshi. Hari ini kau ada acara tidak?” Tanya Shiwon lembut.

“Hmm, sepertinya tidak ada. Wae?”

“Aku mau mengajakmu makan malam. Bisa?” ajak Shiwon.

“Hmm, baiklah.”

“Oke, aku akan menjemputmu pukul tujuh. Sampai ketemu.”

Shiwon beranjak pergi dari hadapan Aerin. Meninggalkan Aerin yang masih keheranan.

“Aneh. Dulu aku dan Shiwon benar-benar dekat, hingga aku yakin bahwa ia akan menjadi kekasihku. Tapi kemudian ia tiba-tiba menjauh dariku tanpa alasan yang jelas. Lalu kenapa akhir-akhir ini ia kembali mendekatiku lagi? Apakah ia punya maksud tertentu?” Tanya Aerin dalam hati.

***


5 Oktober


QUOTE
On the wings of an eagle,
My love for you flies.
Soaring higher and higher,
And touching the skies.

I reached up above,
And pulled a star from the sky.
To place it within,
Your precious minds eye.

To dwell there forever,
As my love for you.
On the wings of our love,
Enduring and true.

I honor you my darling,
With all that I am.
Please darling please,
Will you be my girl?

There are so many things,
My heart wants to say.
I love you sweetheart,
There is no other way.


***


6 Oktober

QUOTE
Take time and listen
my heart beats 1.2.1.2
for you and only you
always in my mind
its my dream
I will not resign
I love the way you make me feel
Id make a deal
with the lord himself
to conceal this feel
keep it always with me
never to lose touch
you'll be in my thoughts till I die
never to lose something I love so much.
Never to stop talking about what you do to me,
always to let people know what kind of feeling is inside of me,
warm sensation
goosebumps appear
tears in my eyes
I hope you never disappear
its a fear
you could call it a nightmare.
Ill be thinking about you always
right till the day we meet
until that day comes
Ill never forget the day I seen.....
MY TRUE LOVE


“Aish! Omona~ Lama-lama aku bisa gila karena ini semua! Sampai kapan ini akan berakhir? Kenapa aku masih tetap tidak bisa mengetahui siapa yang mengirim surat-surat ini, sih?” Aerin mendengus kesal. Diacak-acaknya rambut hitam panjangnya.

“Dia menulis ‘right till the day we meet’. Tapi kapaaaan?”

***


7 Oktober

QUOTE
You are beautiful to me in more ways than you can see,
You are always on my mind,
it is obvious that you are the world to me.
From your amazing smile, to the sparkle in your eye,
I don't know how else to say it,
you make me want to be a better guy.
You can think that I am crazy,
and you can think that I am a fool,
But everytime that I am with you, I fall deeper and deeper in love with you.
Since the day I set eyes on you, your all that I have been thinking of,
Just take my hand, and I will give you everlasting love.
I do not know how to explain it, I feel I'm losing my mind,
But a girl as wonderful as you, is very hard to find.
You mean a lot to me, and you are special in your own way,
You make me feel good inside, and you light up my day.
In all past relationships all they did was give you pain and harm, but I promise you this,
as long as your with me,I will never do you wrong.
There is nothing more than I would rather do,
than taking the time, and spending it with you.
You make me laugh, and you make me smile, on you God went the extra mile.
There is something special about you that sets you apart,
and when I laid eyes on you, you captured my heart.
I have prayed to God to bring me someone like you,
And once you came into my life, I knew that my wish had come true.
I am in love with you, and you are always on my mind,
I want to say I love you, and I want you forever by my side.


Selesai membaca kembali surat itu dan memasukkan bunga lilinya kedalam vas bunga yang disiapkan Aerin semenjak mendapat bunga pertama, Aerin masuk ke dalam kamar lalu mengajak kedua sahabatnya itu bicara.

“Ya, kalian berdua, aku benar-benar menggila karena surat-surat ini. Bisakah kalian membantuku menemukan siapa pengirimnya?” kata Aerin putus asa.

“Aerin-ah, kami sudah membantu sebisa kami, kan? Kau sendiri, apa kau tidak merasa ada yang sedang mendekatimu atau apa?” Tanya Yeonrin.

“Ne, masa kau sendiri tidak merasa?” sambung Heeyeon.

“Entahlah, apa mungkin itu Shiwon? Karena selama ini hanya dialah yang terlihat jelas sekali sedang mendekatiku. Padahal dulu ia menjauhiku tiba-tiba tanpa sebab.” Jawab Aerin.

“Hmm, ada yang lain?” Tanya Heeyeon.

“Tak mungkin Jaejoong. Dia memang selalu bersama kita, tapi aku tak yakin kalau itu dia. Apa yang bisa membuatku yakin kalau itu dia?”

Kedua sahabat Aerin hanya mengangkat bahu mereka tanda tak tahu. Dalam hatinya, Aerin merasa sedikit perih. Ia benar-benar mengharapkan kalau Jaejoonglah orang itu.

***


8 Oktober

QUOTE
You are the sun in my day, the wind in my sky,
the waves in my ocean, and the beat in my heart.

I want to be your arms, I want to feel your touch,
I want your lips on mine, I need you very much.


Singkat. Aerin keheranan melihat isi surat yang ia baca hari ini. Tapi ia sudah tak peduli lagi. Percuma hatinya terus berdebar untuk seseorang yang tak pernah ia tahu sosoknya.

***


9 Oktober


QUOTE
I want nothing more than you,
You are perfection in every way,
I need you by my side,
Hold my hand and tell me that you love me,
Because I love you,
Your hands,
Your eyes,
Your touch,
You are my high,
I am addicted to you,
And only you,
Don’t make me live life with out you,
Because I couldn’t do it,
You make me complete,
You are sunshine on my face in my darkest moments,
You are the only thing that I need to live,
I would do any thing to see you smile,
Even if you only smile for a minute that would be perfect,
Look in my eyes and tell me what you see,
With out hopes of seeing you the next day,
I wouldn’t be able to get up in the morning,
All I ask is that you love me like I love you,
You are my addiction.


Air mata Aerin menetes setelah membaca surat hari ini. Ia benar-benar ingin bertemu dengan pengirim surat ini. Hatinya sakit. Sampai kapan akan terus begini?

Bunga lili putih kesembilan masih Aerin genggam di tempat tidurnya. Lelah menangis, ia pun tertidur.

***


10 Oktober

Seorang laki-laki terlihat sedang berada di sebuah toko bunga.

“Ah, kau lagi rupanya. Lili putih seperti biasa?” Tanya si penjual bunga.

“Ne. tapi kali ini aku pesan sepuluh tangkai sekaligus.” Jawab laki-laki itu.

“Mau dijadikan satu buket atau dibungkus terpisah?” Tanya penjual itu lagi.

“Dibungkus terpisah satu-satu.” Jawab laki-laki itu mantap.

“Wow, ternyata kau punya banyak sekali pacar ya.” Kata penjual bunga itu.

Laki-laki itu hanya tersenyum mendengar perkataan si penjual bunga.

***


Pagi ini Aerin terbangun mendengar teriakan kedua sahabatnya itu.

“Ya, kalian berisik sekali! Ada apa sih?”

“Aerin-ah, kami menemukan sepucuk surat tergeletak didepan pintu apartemen kita. Tapi tanpa bunga lili. Coba kau baca!” Ujar Heeyeon.

Tanpa ragu, Aerin membaca isi surat itu.

QUOTE
Dear You,

I just want to tell you,
I love you with all my heart.
I wish for us to be together,
Never shall we be apart.

I just want to tell you,
You put the smile on my face.
I want to be by your side,
I don't want to be any other place.

I just want to tell you,
You mean so much to me.
I see you as nothing less than the world,
And that I want you to see.

I just want to tell you,
I wouldn't be able to live without you.
Without the comfort you give,
There's nothing I could do.

I just want to tell you,
I thank you for being there.
You've always given me a shoulder to lean on,
And you always care.

I just want to tell you,
I think of you every moment of the day.
And how much I love you,
Words could never even say.

I just want to tell you,
I love you with all my heart.
I wish for us to be together,
Never shall we be apart.


Selesai membaca isi surat itu. Aerin hanya meletakkannya begitu saja di tempat tidurnya.

“Wae?” Yeonrin heran dengan apa yang dilakukan Aerin.

“Aniyo.” Jawab Aerin singkat. “Ah, sudahlah, jangan coba-coba merusak hari ini dengan adanya surat itu.”

Heeyeon dan Yeonrin mengangguk setuju. Mereka pun tersenyum bersama.

“Saengil chukka, Aerin-ah!!” Heeyeon dan Yeonrin berseru bersamaan.

“Gomawo, chingu-yah!!” Jawab Aerin sambil tersenyum lebar. Mereka bertiga pun berpelukan.

Tiba-tiba ponsel Aerin bergetar.

QUOTE
Jaejoong
10-Oct-2009 10:00 AM

Aerin-ah, aku sedang ada di bawah apartemen kalian. Cepat turun! Kau sendiri saja.


“Nugu?” Tanya Yeonrin.

“Jaejoong. Ada apa ia menyuruhku turun pagi-pagi begini?” jawab Aerin bingung.

“Kami boleh ikut?” Tanya Heeyeon.

“Err, dia bilang aku harus turun sendiri. Tapi tentu saja aku akan mengajak kalian turun juga.” Jawab Aerin.

“Yay!” Teriak Heeyeon girang.

"Tapi, pakai piyama begini?" tanya Aerin.

"Sudahlah, cuma Jaejoong juga, kan?" Jawab Heeyeon cuek.

***


Sesampainya dibawah, mereka melihat Jaejoong yang sedang berdiri sendirian sambil menyembunyikan sesuatu dibelakang punggungnya.

“Ada apa, Jaejoong-ah?” Tanya Aerin.

“Ya! Kenapa kau ajak mereka berdua turun juga?” Tanya Jaejoong. Terlihat sedikit kesal.

“Memangnya kenapa? Mereka,kan,sahabatku.” Balas Aerin.

“Ah, sudahlah. Lebih penting yang harus kuberitahukan padamu.” Ucap Jaejoong.

Jaejoong berdeham sebentar. Ia mengeluarkan setangkai bunga lili putih,memberikannya pada Aerin, lalu mengucapkan kalimat yang telah dipersiapkannya dengan baik.

“For the ONE I love”

Jaejoong memberikan bunga lili kedua.

“TWO hearts become one.”

Jaejoong memberikan bunga lili ketiga.

“Thanks for the THREE months you’ve given during our holiday.”

Jaejoong memberikan bunga lili keempat.

“Let’s spend the FOUR more weeks together.”

Jaejoong memberikan bunga lili kelima.

“And I’ll ask for FIVE more weeks”

Jaejoong memberikan bunga lili keenam.

“For SIX more months”

Jaejoong memberikan bunga lili ketujuh.

“SEVEN more years”

Jaejoong memberikan bunga lili kedelapan.

“EIGHT more decades”

Jaejoong memberikan bunga lili kesembilan.

“NINE more lifetime.”

Hingga bunga kesepuluh dan terakhir yang diterima oleh Aerin, Jaejoong masih melanjutkan ucapannya.

“Dan sekarang, tepat pada tanggal sepuluh di bulan kesepuluh, pukul 10 lewat sepuluh menit. I want to tell you how much I love you.”

Dada Aerin berdegup kencang sekali, hingga ia yakin Jaejoong pun dapat mendengarnya. Dan Aerin menanti dengan cemas kalimat apa yang akan dikatakan Jaejoong selanjutnya.

“Saranghaeyo. Aku tahu kau bukanlah benda, tapi manusia, maka dari itu aku tidak mau memintamu untuk menjadi milikku. Biarkanlah aku yang menjadi milikmu. Let me be your man, please?”

Aerin menatap wajah indah itu sejenak. Ia merasakan perasaan yang tak terkira. Air matanya nyaris tumpah, namun ia menahannya.

“Mianhae. Aku tidak bisa.” Jawab Aerin.

Jaejoong terkejut. Begitu pula dengan kedua sahabat Aerin. Jaejoong pun tertunduk lemas mendengar apa jawaban Aerin.

“Aku tidak bisa menolakmu, Jaejoong-ah..” lanjut Aerin. Air matanya tumpah. Ia benar-benar bahagia. Orang yang diharapkannya selama ini ternyata memang benar-benar Jaejoong.

Jaejoong melongo. Ia masih kaget mendengar perkataan Aerin barusan. Sedetik kemudian, Jaejoong tertawa, diikuti kedua sahabat Aerin.

“Ya, kau ini, kukira kau benar-benar menolakku.” Jaejoong mengacak-acak rambut Aerin yang tersenyum disela tangis harunya.

“Wuhuuu~ Chukaeyo! Kalian berdua!” seru Heeyeon dan Yeonrin.

“Yeah, ternyata rencana kami berhasil! Huahaha!” seru Yeonrin.

“Mwo? Rencana kalian?” Tanya Aerin curiga.

Jaejoong dan kedua sahabat Aerin hanya tersenyum jahil menjawab kecurigaan Aerin.

“Ya, kau jahat! Pantas saja aku tidak pernah mengetahui siapa yang memberikan surat-surat itu. Ternyata semua itu telah kalian rencanakan!” omel Aerin.

“Yah, kalau tidak begini, tidak seru dong!” jawab Heeyeon usil.

“Lalu kenapa Shiwon yang malah terlihat jelas sekali mendekatiku?”

“Err, soal itu.. maaf, Aerin-ah. Sepertinya Shiwon punya penyakit. Dia
psycho.” Jawab Yeonrin.

“Mwo? Apa maksud kalian?” Aerin terkejut.

“Aku dan Heeyeon telah menyelidiki kalau Shiwon ternyata seorang
couple-crusher. Kami sudah mencari informasi tentang ini. Dan ternyata banyak juga yang sudah menjadi korbannya. Kau mau tahu alasannya mengapa ia mendekatimu?”

Aerin mengangguk.

“Gampang saja. Ia pasti melihat Jaejoong meletakkan surat di laci mejamu, lalu membacanya tanpa sepengetahuan Jaejoong ataupun kau. Betul, kan?” Jelas Yeonrin.

Yang lain pun mengangguk.

“Yah, sudahlah, karena semuanya telah berakhir bahagia untuk kalian, kami lebih baik tidak mengganggu acara kalian. Aku mau pergi dengan Yunho ke bioskop.” Kata Yeonrin.

“Dan aku mau nonton pertandingan bolanya Junsu.Hehe.” Sambung Heeyeon.

Yah, semuanya berakhir bahagia. Terkecuali Shiwon tentunya.

“Hmm, mau kemana kita malam ini?” Tanya Jaejoong.

“Aku yakin kau tahu dimana itu.” Jawab Aerin sambil tersenyum.

"Ne, tentu saja. Ah, iya. Saengil chukkae, chagiya. Kau tahu apa arti bunga lili putih?" tanya Jaejoong.

Aerin menggeleng.

"Artinya, it's heavenly to be with you." Jaejoong mengecup lembut kening Aerin.


+*^fin^*+

Special thanks buat Fen atas inspirasi yang saia dapatkan, dan Pennie-chagiya yang telah membantu pengerjaan awal fic ini dan juga selalu menyemangati saia untuk menyelesaikannya.

- DeE -

10 saddest things

10 hal yang bikin gue nangis parah setahun belakangan:
  1. Kecelakaan adek gue tahun lalu sebelum Lebaran.
  2. Adu mulut aka brantem sama papa.
  3. Burung beo kesayangan gue tewas.
  4. Didiemin temen gue karna dia marah sama gue.
  5. Dihina temen yang niatnya becanda tapi dalem banget.
  6. Bikin fanfic yang sedih.
  7. Baca cerita sedih.
  8. Nonton film sedih.
  9. Denger cerita sedih.
  10. Mikirin yang sedih-sedih.
Wakakak, yang waras cuma 5 pertama aja kayaknya ya? Yeah, tapi itulah yang bisa bikin gue nangis sejadi-jadinya. Nah sekarang gue lagi pengen nangis, tapi masih nggak bisa keluar juga airmatanya. Heran deh..

- DeE -

I wanna cry..

Pengen nangis..
Kenapa sih tiap malem rasanya gue pengen nangis mulu?

Tapi tiap mau dikeluarin ini air mata, pasti nggak jadi nangis ujung-ujungnya. Udah dapet feel-nya, tapi nggak mau netes juga airmatanya. Gue kenapa sih?

Nih kepala rasanya berat banget kalo nggak dikeluarin semua isinya. Kalo udah nangis kan udah, hilang semua jenuhnya nih. Aaaah, mikirin yang sedih-sedih, malah bikin makin pusing, nambahin pikiran gue aja. Bingung deh.

I really have to cry..

Somebody, help me!! Bikin gue nangis dooonk~ *orang aneh*

- DeE -

[Fiction] Teh Sariwangi

Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan Kangin dan Sunny yang pertama. Kangin berencana membuat pesta kejutan untuk istrinya.

To : Mama
Ma, nanti malam kita ketemuan di tempat favorit kita ya.

Begitu bunyi SMS yang dikirimkan Kangin pada Sunny. Setelah mengirimkan SMS tersebut, mengganti pakaiannya dengan piyama, lalu menata tempat tidurnya dengan menaburkan kelopak bunga mawar di sekujur tempat tidur tersebut. Kemudian ia menunggu istrinya tersebut di meja makan yang telah ditatanya seapik mungkin untuk candlelight dinner .

***

Sunny’s POV

From : Papa
Ma, nanti malam kita ketemuan di tempat favorit kita ya.

Sunny yang sedang berbelanja di Mall tersenyum-senyum sendiri setelah membaca SMS tersebut. Tepat pukul 7 malam, Sunny pergi ke restaurant tempat ia dan Kangin biasa bertemu. Namun, Sunny belum menemukan Kangin disana, lalu ia pun menunggunya di sebuah meja yang telah ditunjukkan oleh pelayan.

***

Di Rumah..
“Wah, udah jm 7 nih, Mama sebentar lagi pulang dong.” Kata Kangin dengan girang

Di restaurant..
“Aish, jam 7 lewat nih, Papa mana sih?” kata Sunny dalam hati.

***

Pukul 19.10..

Di rumah.
“Mama kok belum pulang ya?” tanya Kangin bingung.

Di restaurant.
“Duh, Papa mana sih? Aku pesen minum dulu deh. Mas, Mas, sini dong!” Sunny memanggil pelayan restaurant itu.
“Iya, Bu, mau pesen apa?” Tanya Sungmin, pelayan restaurant itu.
“Saya pesen air putih dulu aja deh segelas, lagi nungguin suami saya ini.” Kata Sunny.
“Oh, iya Bu, mohon tunggu sebentar.” Kata Sungmin.

Pukul 19.30

Di rumah.
Plak! Kangin menepuk nyamuk yang hinggap dipipinya sambil menguap. Ia masih duduk di meja makan dengan mengantuk.

Di restaurant.
Sunny telah meghabiskan gelas air putih ketiganya, namun yang ditunggu tak kunjung datang juga. Tiba-tiba datanglah seorang wanita yang membawa anaknya.
“Lho? Jeng Sunny?”
“Eh, Jeng Taeyeon! Apa kabar?”
“Ah, baik kok, Jeng. Jeng Sunny sendiri bagaimana?”
“Ahaha, saya juga sehat-sehat aja kok, Jeng.”
“Ini Jeng Sunny sedang apa disini?”
“Ah, saya lagi nunggu suami saya, Jeng, dia ngajakin saya ketemuan disini, tapi dianya malah belum dateng. Eh, iya, ini anaknya Jeng Taeyeon ya?”
“Oh, iya, kenalin Jeng, ini anak saya yang pertama, namanya Ryeowook umurnya 4 tahun. Ini adiknya, namanya Taemin umurnya 2 tahun. Ayo, Ryeowook, Taemin, kasih salam sama Tante Sunny.” Ryeowook dan Taemin pn menyalami Sunny.
“Waduh, waduh, lucu-lucu banget ya. Kok cepet banget Jeng udah dua aja nih anaknya, hehehe.”
“Iya nih suami saya, maunya punya anak banyak, katanya mau bikin kesebelasan gitu. Ini aja yang ketiga udah jalan empat bulan kandungannya.” Taeyeon tersipu malu saat mengatakannya.
“Eh, iya sampe lupa nawarin duduk. Ayo sini Jeng, duduk sama saya aja. Daripada saya nunggu sendirian.”
“Oh, iya, makasih Jeng Sunny.”
“Lha, suami Jeng Taeyeon kemana ini?”
“Oh, dia lagi ke luar kota, Jeng, makanya nggak bisa nemenin saya belanja disini.”
“Oh gitu ya.. Eh, iya, Jeng Taeyeon silakan pesen aja. Kasian tuh anaknya dah kelaperan kayanya.”
“Oh, iya iya, Mas, Mas!” panggil Taeyeon pada pelayan.
“Iya, Bu, mau pesen apa?” Tanya Sungmin.
“Hmm, saya pesen nasi goreng aja dua, sama es teh manisnya juga dua ya” kata Taeyeon.
“Eh, saya juga tolong tambah Es teh manis ya, Mas.” Sunny menmbahkan.
“Oh, iya, baiklah bu. Tunggu sebentar ya.” Kata Sungmin.
“ Oh, iya Jeng, Jeng Taeyeon masih kerja di perusahaan dagang itu?”
“Oh, nggak, saya udah lama berhenti, Jeng. Repot ngurusin anak dua begini. Tiga malah sebentar lagi. Jeng sendiri? Masih kerja di tokonya Engkoh Hankyung?”
“Ah, nggak juga, saya jadi ibu rumah tangga aja nih, suami saya nggak bolehin saya kerja soalnya. Padahal bosen juga dirumah.”
“Hmm, gitu ya.. Nah, kalo gitu nanti-nanti, Jeng main kerumah saya aja. Kan bisa main sama anak-anak saya juga. Lumayan lho, kan kata orang dulu mesti deket anak-anak biar cepet isi. Buat pancingan gitu lah istilahnya, hehe. Gimana?” tanya Taeyeon.
“Wah, boleh jga nih, Jeng, mumpung saya belom isi juga nih, hehehe. Kita tukeran nomor telepon aja dulu, biar saya bisa hubungin Jeng nanti.
“Oh, iya, boleh-boleh. 021xxxxxxx.”
“ OK, makasih Jeng.”
Pembicaraan antara Sunny dan Taeyeon terus berlanjut.

***

Pukul 20.30
“Ya ampun, Jeng Taeyeon. Nggak terasa udah jam setengah sembilan gini. Asyik bener ya kita ngobrolnya.”
“Astaga, iya.”
“Mami, ngantuuuk. Ayo pulang, ayo pulang!” rengek Ryeowook pada mamanya.
“Hiks, hiks, mami puaaang, mau mimi cucuuuu.” Taemin ikut-ikutan menangis.
“aduh, aduh, iya sayang, Mami bayar dulu mamamnya ya..” Kata Taeyeon pada anaknya.
“ Wah, Jeng, kayanya saya juga mau pulang deh. Ini suami saya nggak tahu kemana, jangan-jangan lupa lagi.”
“Oh, ya udah, kita bareng aja keluarnya.”
“Iya, mari Jeng.”

***

Pukul 21.00

Sesampainya Sunny dirumah, ia menekan bel.
TING TONG!
Kangin belum membukakan pintu. Sunny menekan sekali lagi.
TING TONG!
Belum juga ada jawaban.
“Uh, Papa pasti ketiduran nih” Kta Sunny sebal. Ia pun menekan lagi bel rumahnya, namun kali ini, ia menekan berkali-kali.
TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG!
Tiba-tiba seorang tetangga Sunny keluar rumah dan memaki Sunny.
“Woi, mbak! Berisik banget sih malam-malam begini! Orang mau tidur juga! Mbak nggak pernah mencetin bel emangnya? Semangat banget sampe berkali-kali gitu mencetnya. Berisik tauk!” maki sang tetangga yang bernama Changmin.
“Ah, iya, maaf Mas. Habis ini suami saya nggak keluar-keluar juga sih!” Sunny meminta maaf pada Changmin.

***

Kangin’s POV

TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG!

Bugh! Suara kepala Kangin yang terantuk meja. Ia memang ketiduran, namun terbangun dengan kagetnya saat mendengar suara bel rumah yang berbunyi berkali-kali itu. Kangin pun beranjak dari mejanya, lalu membuka pintu. Saat dibukanya pintu, terlihat dengan jelas kekesalan di wajah Sunny. Kangin pin memasang tampang kesal diwajahnya. Mereka berdua menuju ke sofa di ruang tengah sambil saling mendiamkan.

10 menit kemudian, Sunny pergi ke dapur dan membuat dua cangkir teh. Ia keluar dari dapur membawa dua cangkir teh, lalu memberikan satu kepada Kangin.
“Pa, ngeteh dulu yuk.” Ajak Sunny.
Kangin menerima teh tersebut dan meminumnya. Namun tiba-tiba..
Ceprot! Kangin memuntahkan tehnya.
“Apa-apaan ini?! Teh kok asin begini? Mama mau bikin oralit? Memangnya Papa diare apa?!” Kangin malah memarahi Sunny.
“Hah? Duh, maaf-maaf, Pa. Mama salah masukin, kirain tadi gula. Maaf, sini Mama buatin lagi.” Sunny langsung cepat-cepat pergi ke dapur lagi untuk membuat teh yang baru.
“Nah, ini Pa. Dijamin nggak salah lagi yang ini.” Sunny nyengir malu.
Kangin menyeruput tehnya. Begitu juga dengan Sunny. Sunny pun berkata.
“Pa, Mama tadi nungguin di restaurant favorit kita, lho.”
“Lha, kirain disini.” Kata Kangin .
Sunny dan Kangin kemudian tertawa karena kesalahan mereka sendiri. Mereka berdua pun akhirnya berdamai kembali.

“Mari Ngeteh, mari bicara.”

-end-

- DeE -

↑
up